Obrolan Suryasenja

Namanya juga obrolan, ceritanya bisa macam-macam. Semua hal dalam blog ini adalah obrolan pribadi yang tentang saya, dari sudut pandang saya, dan suka-suka saya. Tulisan tidak terkait dengan tempat saya bekerja apalagi mengait-kaitkan dengan tempat bekerja orang lain. Doakan semoga saya selalu terbebas dari unsur sara dan saru dan senantiasa tidak menyakiti hati apalagi menyinggung orang lain.

Tapi, harap maklum ya, saya memang suka sok-sokan puitis. Makanya, sering pakai nama Suryasenja dan berharap bisa punya nama pena beneran. Tapi sungguh, nama memang ada unsur ‘surya’ dan kebetulan juga saya sering sendu melankolia tralala ketika melihat senja. Perkenalkan, saya Indah Surya Wardhani.

Obrolan ini semata tentang remah-remah rutinitas, yang disimpan enggan dibuang sayang. Dengan begini, mungkin saya bisa berjejalin dengan Anda dan Andi lewat ini.

Salam🙂 banyak senyuman dan sejuta harapan untuk hari-hari ke depan.

@indahsuryaw

26 thoughts on “Obrolan Suryasenja

  1. wihhh dah jadi pindahan ya, Ndah🙂
    selamat packing n nata ulang rumahmu ya. jangan lupa sering2 disapu n dipel (lohh?!!). jangan lupakan aku yaaa… aku akan tetap setia di rumah lamaku…😛

  2. Asyik, Obrolan Senja sudah boyongan di rumah baru. Bisa sering-sering komentar tanpa repot login Blogger.com.

    Selamat pindah-pindah. Bila banyak yang dipindah, ada tangan yang siap sedia. Kupikir pindah di kos baru? Ternyata pindah di dunia maya.

    Mari. Mari. Kita jejagongan baru. Selamat datang Obrolan Senja di blogosphere WordPress.

    ps: sayang, komentar di sini dah kedahuluan.

  3. hi indah!
    senang ngobrol bersamamu diwaktu senja. sambil menatap senja orienta yang makin malam makin lenyap dan kita adalah saksinya untuk mengecap jejaknya..dengan secangkir teh dan sebuah pisang goreng yang menemani omelan kita..semoga semakin membuat lebih indah dan ruwet..rumah barumu..semoga kamu lebih produktif di rumah barumu..tapi ndah rumah pertama kita adalah rumah yang sarat akan sejarah. penuh dengan perjuangan dan “jatuh bangun” kita…

  4. prolog ya simpel namun sarat gaya sastra yang lumayan “dalem”.
    anda orang yang cerdas & lugas.
    mampir ke blog sy ya, & jangan lupa kasih komentar dan isi polling di blgo sy. terima kasih…
    oya… mudah”an tulisan dalam blog sy bisa jadi obrolan senja kita..

  5. Saya teringat tak pernah merasakan indahnya senja di desaku. Hampir setiap senja orang duduk-duduk di pagar terbuat dari susunan batu pembatas kampung dan jalan raya. Orang mengobrol tanpa menghiraukan indahnya senja. Orang duduk dan bersenda ria sambil menunggu giliran mandi di sumur tua setelah mencebur di laut. Saya baru sadar senja itu indah ketika aku turut para pengagum semburan matahari pagi di puncak Dieng dan mengherani para penjual senja di Bali.Aku punya senja indah tak terhiraukan.
    Obrolan senja idemu bikin aku ingat obrolan senja petani desa habis berkebun atau iris tuak di bibir pantai laut Sawu,Nagekeo, Flores. Ada yang beda . Orang desa saling kopi darat bertatapan dan kita bersilancar di alam maya. Orang desa obrol dibarengi senyum dan tawa sukacita tetapi orang modern senyap memikul beban mencari cara alih lara.

  6. Buat gw suasana sunset emang melo, gak peduli mo sambil ngobrol pa kagak, berberapa atau cm nyengoh sendirian tetep asik. Suasana senja paling topmarkotop klo pas puasa, mak nyeeeessss. Buat gw senja jd lebih indah jika bersama si Indah ini, he,he. Bukan berarti Indah bagaikan cemilan pisang goreng yang hangat, tapi bersama jeng Indah yg suka senja ini emang trasa lebih INDAH saat mengantar sang SURYA tenggelam bagai “WARDHANI” (Wajah Ayu Rupawan Dikala Hari AkaN bergatI)

  7. Halo Mbak’e

    Mbaknya suka senja ya…oww…sekali-sekali mampirlah di Warung Senja dekat alun-alun selatan…hee…bukan promosi…aku ga ada hubungan apa-apa dgn pemilik warung itu =)

    Di sana ada teh poci gula batu dan menu spesial gule kambing
    Akhirnya aku terperosok betul mempromosikan warung itu..haha

    Kapan2, jumpa lagi

  8. aku lebih cinta secangkir teh hangat…lebih bening
    aku juga lebih senang dengan Fajar…karena Senja terlalu sedih untuk dijalani karen amalam akan tiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s