Rumah Hijau

Akhirnya aku tertampung di rumah berteras hijau. Di sudut halaman milik Bapak dan Ibu Ro.

aku lebih suka menyebutnya rumah hijau. seluruh dinding rumah ini memang bercat hijau, termasuk rangka jendela dan tulang atap, semua semuanya hijau. mungkin biar berkesan adem. satu pot tanaman menjuntai tergantung di sudut teras dekat talang air menambah kesan adem. betul, ini adem. apalagi kalau bandingannya jalanan ibu kota yang selalu panas kemrungsung.

rumah hijau punya ruangan yang cukup lega. aku bisa menumpuk kardus di ruang depan. ruang yang semestinya jadi ruang tamu dan duduk-duduk ini akhirnya dipaksa menjadi tempat penyimpanan, ruang jemuran dan garasi. hebat toh? tapi ada yang kurang.. aku kelangan meja seperti milik keluarga rabel dulu. selain itu, hijau-hijau tapi ya tetap sumuk. satu kipas penyedot udara di ruang tengah nggak pernah kumatikan jika aku berada di dalam. begitu juga dengan kipas angin yang sengaja kutaruh dekat pintu supaya mendorong angin hilir mudik di ruangan.

tapi nggak apa. yang terpenting adalah kasurku. kasur yang nyaman dan merepotkan itu akhirnya bisa membuatku tidur pulass. awalnya, sudah berencana menjual kasur yang merepotkan itu karena kamar kos di ibu kota yang sak tupil tupil kecilnya itu nggak akan bisa memuatnya. tapi batal jual berkat Mbak Nur.

Makasih lho Mbak Nur yang sudah dengan rela hati berbagi kontrakan🙂

Rumah Hijau

8 thoughts on “Rumah Hijau

  1. huahahahhaa, mbak nur.sudah lama nggak ketemu dia.btw kok pikiran kita sama ya ndah.aku kehilangan “meja makan” yang fungsinya bukan sekadar untuk narok makanan, tapi sebagai media komunikasi.seperti di murka ama rabel dulu.di kosku ada sih meja kek gitu, warnanya hijau, tapi sama sekali nggak punya fungsi kek gitu.huhu, aku kangen yang dulu-dulu.

  2. ya berbagi perbincangan dan penganan di teras hijau saja. selamat menikmati papan yang baru di bilangan ibu kota ya…

    mungking sudah saatnya memikirkan tentang memiliki keju (yang dulu dibagikan dosen di holanda). :p

  3. nur says:

    Wah senangnya diapresiasi. Walaupun, hanya meretas jejak menjadi penghuni rumah hijau.:) Semoga lebih menetramkan dan membawa kebaikan ketimbang di Rawbel ya…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s