Cerita Jakarta #3: Awas Rayuan Makelar!

Semalam Nik mengunggah iklan rumah kontrakan lawas kami di fesbuk. Rumah rabel yang sebetulnya masih menjadi hak kami ternyata sudah diiklankan lagi oleh makelar. ini seperti membangkitkan kembali amarah lama yang terpendam. saatnya menyiapkan amunisi mengusik kalau perlu membalas ulah para makelar semprul ini.

Berhati-hatilah bagi Anda, atau siapapun yang tertarik dengan iklan tawaran rumah ini. kami (aku dan dua sahabat), pernah mengontrak rumah ini pada periode 2011-2012. seharusnya, bulan ini pun kami masih berhak tinggal di rumah tersebut karena memang sudah mebayar PENUH untuk dua tahun. tapi dengan alasan rumah ini dalam sengketa, kami dipaksa meninggalkan rumah itu tanpa si pengelola ataupun si makelar rumah mengembalikan apa yang menjadi hak kami.

hati-hati karena rumah ini memang penuh masalah. rumah ini masih dalam sengketa yang tidak jelas kepemilikannya. ada Bapak Ahmad Sugiono, pengelola pertama yang sudah bertransaksi dengan kami pada bulan Januari 2011.  Dan kami sudah membayar penuh kontrak rumah untuk dua tahun (2011-2012). Pada waktu itu, kami membayar dengan bukti transaksi kwitansi dan tanda tangan di atas materai. artinya transaksi itu sah dan bermuatan hukum. pada waktu itu Bapak Ahmad Sugiono menyatakan bahwa dirinya adalah pengelola yang bertanggung jawab atas rumah itu. kami pun tinggal nyaman selama kurang lebih delapan bulan, hingga akhirnya muncul pihak mengatasnamakan Ibu Ika.

Tidak jelas betul siapa Ibu Ika ini. konon kabarnya sangat sibuk karena bekerja di sebuah kementerian dan memiliki posisi di sana. karena itulah, dalam berhubungan dengan kami, dia selalu mengutus si mbak makelar cantik bernama Ibu Sinta dan temannya .. (ah lupa). pada suatu malam Ibu Sinta ini pernah membawa-bawa orang berseragam polisi ke rumah rabel (begitu aku menyebut rumah ini). dia megklaim bahwa rumah itu adalah milik Ibu Ika, dan pihak Bapak Ahmad Sugiono  tidak berhak mengelola rumah itu lagi.

Singkat cerita, tiga orang inilah yang lantas menjadi lakon dalam babak rumah rabel. sebetulnya tidak pernah jelas, siapa yang memiliki rumah ini, karena tidak ada satu pun pihak yang BISA menunjukkan BUKTI kepemilikan rumah. dan hingga saat ini, aku menganggap bahwa ketiga orang sialan ini memang makelar. tapi sial bagi kami, saat itu aku dan dua sahabat sedang dalam urusan masing-masing sehingga tidak solid dan mudah tercerai berai. Put sedang tensi tinggi dengan pekerjaannya, Nik dalam suasana berkabung, dan aku sendiri sedang sekolah di Rotterdam. kami pun dengan mudah dipatahkan oleh mereka. tapi sungguh, hingga saat ini aku tidak pernah terima ulah para makelar yang berani mengusir kami dari rumah kontrakan tanpa pernah mengembalikan apa yang menjadi hak kami. persoalan kami dengan para makelar ini belum selesai tetapi mereka secara ngawur dan serampangan sudah mengiklankan rumah ini. terlalu.

Para pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, silakan hubungi aku. aku tidak takut dengan gertakan kalian para makelar semprul. dan bagi Anda atau siapapun yang tertarik dengan iklan ini, jangan keburu jatuh hati. Cek lagi bukti-bukti kepemilikannya supaya tidak bernasib sial seperti kami. tapi sesial apapun, ada pelajaran yang sangat berharga sebagai bekal hidup di Jakarta: Jangan mudah terbujuk rayuan makelar!

Cerita Jakarta #3: Awas Rayuan Makelar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s