Usul, Jadi Pengelola Saja!

kawan sekelas yang kebanyakan dari pemerintahan setidaknya bikin aku mikir, betul nggak mudah jadi pemerintah. apalagi kalau harus ngatasi persoalan yang mbundet, nggak ketahuan mana ujung dan mana pangkalnya. tapi rasanya juga gemas. lha kok, kita nggak kunjung bisa ya bikin pemerintahan yang baik dengan aturan yang benar untuk kepentingan warga? katanya negara demokrasi, katanya desentralisasi, katanya ekonomi makro sudah stabil, mana .. manaaa… ? wew

jangan-jangan persoalannya sebetulnya sederhana. itu gara-gara kita biasa menyebut lembaga negara itu sebagai ‘pemerintah’. mari diutak atik awalan dan akhiran.  itu kan berarti orang yang memerintah. artinya, ya memang bisanya memerintah. harus begini, mari kita begitu, bersama kita begini, dan bisanya ternyata cuma segitu.

mungkin baik juga ya kalau ada usulan ke lembaga bahasa Indonesia supaya sebutan untuk institusi itu diganti kayak jaman dulu. pamong praja misalnya. tapi nanti dikira Jawanisasi. pemomong, juga sepertinya kurang tepat karena berarti menganggap masyarakat nggak pernah dewasa dan maunya di-emong saja (lha kok Jawa lagi). atau mungkin baiknya pengabdi? kesannya menghamba banget, nanti ada yang nggak terima. susah juga, karena aku memang bukan ahli bahasa yang baik dan benar. nggak tahu gimana caranya dapat kata yang biasa-biasa saja, tidak menyepelekan, tapi juga tidak menyanjung berlebihan.

tapi nggak apa, aku usul saja gimana kalau jadi sebutannya netral. ‘pengelola’. memang sih, kesannya jadi nggak berwibawa. terlalu datar, karena kita sudah terbiasa menybut kata ‘pengelola’ untuk orang yang mengelola gedung misalnya. dan memang kata itu terkesan rentan kritik. gedung rusak tinggal komplen ke pengelola. saluran macet, komplen lagi. atap bocor, komplen lagi. kurang itu ini ya komplen lagi. kalau nggak bener-bener juga, besok lagi nggak pakai pengelola yang sama. kesannya memang jadi biasa-biasa saja. nggak berlebihan. mungkin sebagai pengelola juga sikapnya jadi nggak berlebihan. nggak perlu terlalu tampil lebay kalau ternyata kinerjanya biasa-biasa aja. ya, ya, gimana kalau disebut pengelola saja? toh sebetulnya kan kerjaannya sama cuma ukurannya yang beda. satunya pengelola gedung, satunya pengelola negara. yang satu kerjaanya skala kecil, yang satunya cakupannya seluasss Sabang sampai Merauke. ya toch?

Usul, Jadi Pengelola Saja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s