Di Kotamu, Di Kota Kita

Rasanya jadi ingin ke kotamu, kota kita/mengantarmu pulang sore ini/jika sempat, kita melihat matahari menelusup rerimbunan pohon/sebelum menghilang ditelan malam/atau  malah gerimis? kalau pun datang, aku yakin kamu masih berdendang/tentang bulan merah jamu, atau tentang romansa saat menghabiskan waktu berdua di atas roda/jika kamu suka, ceritakan juga tentang belahan jiwa, dan melihat matamu berpendar/

ya, ku ingin pulang ke kotamu, kota kita/akan selalu mengingatkan pada senyummu/setumpuk tempe hangat yang kita sikat berdua, abai pada kerumunan yang bergumam tentang bosan/teh yang menghangatkan, tak menyisakan peduli pada kota yang makin riuh oleh angkuh/kota kita masih sama, ramah, menyimpan setampuk rindu yang pernah selalu kau pecahkan di ujung minggu

iya, aku ingin pulang ke kotamu, kota kita/tak apa jika aku tak sempat menggengam hangat tanganmu atau memelukmu erat/tak lagi bisa menepuk-tepuk bahumu, dan menempelkan pipiku dan pipimu sama bulat/sekarang aku cuma ingin membisikkan/tidur, tidurlah yang nyenyak

aku ingin pulang ke kotamu, kota kita/mengantarmu ke peraduan terakhirmu/tidak ada lagi yang membebanimu sahabatku/tidur, tidurlah yang nyenyak, dan bermimpilah tentang apapun/dan kotamu, kota kita, Yogyakarta akan selalu dengan senyum abadimu

Di Kotamu, Di Kota Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s