Dua Buah Genting di Kamar Mandi

Malam yang mencurigakan. Suara gemeletak di dapur membuat Nik tak bisa tidur. Setelah diperiksa tak seksama, yakinlah kami bahwa suara gaduh itu ulah tikus. Seekor tikus hitam yang gemuk meloncat panik saat kami turun ke dapur. Aku lebih suka menyebutnya malwinas, si tikus gempal bertelinga bulat.

Malam itu malwinas berulah. Dia menumpahkan minyak goreng, menggigiti seplastik ikan asin, membongkar bumbon. Tumpukan wadah plastik yang rapi disusun Put pun gak luput, berantakan! Ada yang nyemplung ke ember sampah. Uwh..masih terlalu larut untuk membetulkan semuanya. Satu hal yang pasti, kami harus menutup akses masuk Malwinas.

Ketemu! Malwinas cerdik sekali. Ternyata tutup plastik lubang air di kamar mandi berlobang lebar gara-gara dia. Malwinas menyikat ram ram plastik hingga putus, mebentuk lobang bulat sempurna untuk tubuh gempalnya. Lobang pembuangan air jadi seperti pintu ke mana saja. Tutup plastik di atas ram itu pun bisa digesernya.

Waduh, malwinas kamu tidak diinginkan. Put segera beraksi. Jurus-jurus mengatasi tikus Surabaya segera ia praktekkan untuk malwinas, si tikus ibu kota. Ciaat! Jadilah dua buah gentng menindih tutup plastik, menutup sempurna jalur pembuangan air. Teknologi yang merepotkan memang. Setiap kami pakai kamar mandi, kami menggeser genting itu supaya air bisa lewat. Kalau sudah selesai, dipastikan genting kembali menindih tutup lubang. Tentu supaya malwinas, si tikus gempal bertelinga bulat tidak lagi lewat!

Advertisements
Dua Buah Genting di Kamar Mandi