Sajak Obira

Obira, obira
kisah pujangga yang menuju utara
singgah di dermaga kota tua
nyiur tengadah menantang angin beraroma kayu manis

bumi tempat sunyi menuai sepi
angin menggiring badai
tak sanggup menahan angkuh yang menggerogoti kolong langit
jejak-jejak tamak bergemuruh selaksa gempa
meninggalkan lubang-lubang menganga
menara suar, singgasana ambisi yang abai
lengkingan burung dan kelepak kelelawar menangisi puisi yang usai tiba-tiba saat laut menenggelamkam Obira pada suatu ketika

tersisa dongeng para pelaut buta
tentang tepian laut merah jambu
dan ikan-ikan keperakan berloncatan

di sana, Obira
sajak torehan pujangga
berkereta angin menebar mimpi pagi
menyelamatkan harapan
saat senja singgah, katakanlah,
jiwa adalah buku yang terbuka
ribuan kata tereja namun tidak terbaca

Obira, Obira
ke mana kata-kata akan bermuara
mungkin saja pelaut buta mengubahnya
dan laut tak menggulung Obira pada satu ketika

Sajak Obira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s