Cerita Sebelum Tidur

Palmerah sehabis hujan. Jalanan berpendar ditimpa petromak para pedagang buah. Orang-orang seliweran lalu lalang. Berlomba melawan cemas bergegas menghalau rutinitas. Angkot berderet-deret berdesakan memenuhi jalan. Tet tet teeeet. Segera pulang! Toh, esok hari semua ini akan kembali berulang.

Malam menggelinding. Menyelinap gang-gang sempit. Menggelantung pada pepohonan sisa cerita masa lalu kota. Bergelayut di langit-langit rumah bedeng, mengungkit mimpi para perantau yang kelelahan. Suara radio butut mengudara dengan frekuensi yang meleset. Siapa yang peduli? Para perantau sedang tersesat dalam mimpinya sendiri. Mimpi apa selarut ini?

Di ujung gang, tiga lelaki membongkar sunyi. Menertawakan hidup yang lucu sambil terus asyik memetik gitar. Lagu-lagu ceria berjejalan di bangku, menghibur cinta yang cengeng sekaligus memaki nasib yang jarang mujur. Sial. Malam yang berisik mengusik. Seseorang terbangun dengan kekesalan di ubun-ubun. Diam! Mengapa masih saja terjaga?

Jam dinding berdetak-detak. Suaranya memenuhi kamar yang gelap. Seorang perempuan meringkuk di atas kasur, menghitung jarum waktu yang berderak. Gagal. Hitungan ke tiga ratus tiga puluh tujuh tidak juga menghempaskannya dalam lelap. Angin malam menelusup meniup ingatan melambai-lambai, menerobos masa lalu yang jauh. Ah, kenangan macam apa yang kamu cari selarut ini?

Cerita Sebelum Tidur

2 thoughts on “Cerita Sebelum Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s