Kereta Dari Bandung

Kereta Turangga singgah lepas jam sembilan malam. Aku menunggunya pada sebuah stasiun kecil di kota para menak. Deru roda besi beradu besi memecah sunyi. Selebihnya lengang. Aku mencoba tenang, meninggalkan kota dengan kenangan yang mengambang.

Kereta Turangga singgah saat kota hampir lelap. Wajah lelah menggulung orang-orang di stasiun. Peron yang berjelaga, masinis yang terjaga, dan lonceng yang selalu siaga. Aku terselip dalam gerbong yang selalu bergoyang. Kenangan mengambang di udara, ekornya tersangkut di tiang listrik tepian rel.

Kereta Turangga bergerak perlahan. Sesaat, lampu-lampu di kota berkejaran. Selebihnya malam rapat membungkus mimpi para menak, untuk dibuka kembali menjadi ceritera esok hari. Aku terduduk di tengah kursi-kursi rapi, memeluk mimpi siang tadi. Kenangan terus mengambang, menempel di jendela.

Kereta Turangga singgah lepas jam sembilan malam. Datang dari Bandung, tiba di kota para menak, untukku, untuk mereka. Tapi rasanya hanya khusus menjemputku. Datang dari Bandung. Ah, aku terlalu rindu Bandung …

Kereta Dari Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s