Jakarta Sudah Dekat

Benar, Jakarta sudah semakin dekat. Sepertinya hidup jadi makin serius dan bergegas.

Baru 48 jam menyaru penduduk kota, bisa merasai bahwa kota ini selalu tergesa. Jakarta bergerak bersama orang-orang yang ditampungnya. Berat. Sendi kota lebih sering macet. Hujan deras 10 menit bisa membuat jalur-jalur lalu lintas kota mampet berjam-jam.

Di mana-mana ada saja orang berkerumun, menunggu atau mengejar entah. Sibuk. Padat. Selalu ada yang tersesat. Inilah kota persinggahan, banyak datang menebar mimpi dan ada juga yang memilih pergi. Memang sudah sesak, mau bagaimana lagi?

Jakarta sudah dekat. Aku akan datang. Aku punya mimpi tapi tidak akan kugantung di langit Jakarta. Aku lebih suka melipatnya dan kubawa ke mana pun aku pergi. Esok, mungkin kamu sempat melihatku duduk dengan wajah lelah di tepi jendela metromini. Tapi pasti kamu akan melihatku sedang menikmati teduh pohon-pohon menua di taman kota sana …

Baiklah Jakarta, aku akan datang … !

Jakarta Sudah Dekat

3 thoughts on “Jakarta Sudah Dekat

  1. Marput says:

    Aku juga merasa Jakarta sudah tidak bersahabat lagi denganku. Rasanya tidak tenang kalo main ke Mall…hehehhe…Sepertinya enak di rumah saja, tidur, makan menikmati masakan Nanik, nyuci dan setrika baju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s