Bandung itu Lutju #1: Atas Bawah Tunjuk Arah

Orang di tiap daerah punya cara khas untuk menunjukkan arah. Urang Bandung ternyata suka menjelaskan lokasi berdasarkan ketinggian, di atas atau di bawah. Masalahnya, patokannya gak selalu jelas. Perlu mata setajam mata elang untuk bisa membedakan ketinggian permukaan jalan.

Di awal kedatanganku di kota ini, jelas penjelasan macam itu gak menjamin aku sampai tujuan dengan lancar tanpa nyasar. Misalnya nih, pernah aku tanya di mana jalan Laswi pada seorang bapak di pinggir jalan. Jawabannya bikin aku melongo …

“Oh, itu neng, Laswi mah dari Jalan Riau ini teruuus aja ke bawah.”

Lha, kemiringan Jalan Riau ini kalau sepintas gak begitu keliatan. Beda ma Jalan Dago, Jalas Setiabudi, atau Jalan Sukajadi yang jelas-jelas kelihatan mana yang nanjak dan mana yang turun.

Ow ow .. ternyata orang Bandung ini sama semena-mena dengan orang Yogya yang suka nunjukin arah pakai mata angin: ngalor ngidul ngetan balik ngulon. Coba aja nanya alamat di kotaku itu, pasti jawabannya kira-kira gini, “Mbak ke utara dikit, lalu belokan pertama ngetan …” Ditanggung para pendatang itu mbundet.

Usut punya usut, orientasi ruang Urang Bandung yang berpatokan atas bawah itu memang terkait kontur jalan yang naik turun. Nenek moyang orang Sunda di Bandung ini gemar tinggal di tepi-tepi sungai dan sumber air. Ke mana air mengalir, itulah yang disebut bawah. Bawah itu berarti wilayah tengah sampai selatan kota. Sebaliknya, kalau ke atas, berarti ke tempat sumber-sumber air berada di Bandung utara seperti Punclut dan Dago.

Jalanan kuno yang dibikin Belanda mengikuti kontur ini. Ngutip dari penjelasan para peneliti cekungan Bandung, ruas-ruas jalan di kota ini mirip dengan rangka kipas. Bagian yang melebar ada di wilayah selatan, sementara merapat di bagian utara.

Persoalan arah atas bawah ini, tampaknya tetangga sudah khatam. Siang kemarin waktu kami jalan memasuki gang menuju rumah kos nomor 8, tiba-tiba dia berseru, “Wah, di bawah lagi ada hajatan tuh!”

Hhhm… kupikir dia sudah seperempat jadi urang Bandung.

Bandung itu Lutju #1: Atas Bawah Tunjuk Arah

4 thoughts on “Bandung itu Lutju #1: Atas Bawah Tunjuk Arah

  1. Wah tepat sekali.
    Saya tadi nyari rumah si Prof, telpon teman dikasih ‘ngalor ngidul ngetan ngulon’. Kesasar.

    Kamu memang pengganti Mama Laurentz yang paling cerdas.

    Berbakat jadi cenayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s