Si Malin Bapaknya Durhaka!

Si Malin anak kemarin sore. Usianya baru lepas ABG. Mukanya segar berhias senyuman manis yang selalu mekar. Luwes dalam pergaulan ia punya banyak kawan. Sayang, tak semua baik. Malin sering pergi ke sana kemari, bikin si ibu panik mencari.

Si Malin gadis manis anak Yu Nah. Sudah sepuluh hari menghilang, tak jua mau pulang. Yu Nah sudah keluar banyak uang: untuk nelpon Wak supaya bantu mencari, untuk pulang balik menguntit Malin sampai Cimahi. Padahal Yu Nah cuma buruh cuci. Seharusnya dia kerja tiap hari. Tapi gara-gara si Malin, ia harus mabal berhari-hari. Uang pun menipis, tenaga habis, hati teriris, Yu Nah hanya bisa menangis.

Si Malin anak biang gunjingan. Dikata durhaka, dibilang celaka. Banyak orang bilang si Malin kini jual diri di Cimahi. Omongan tetangga bikin Yu Nah kelimpungan, kebingungan, putus akal ke mana lagi hendak cari si Malin. Tapi, Yu Nah tiada henti mencari.

Si Malin anak Yu Nah tapi bukan anak Pak To. Pikir Pak To: anak itu urusan emak, bapak ya di rumah enak-enak: minta kopi harus dilayani, minta rokok harus diladeni, kalau lapar tinggal bilang, kalau kenyang pergi lagi senang-senang.

Si Malin anak hilang tak mau pulang. Si ibu terus mencari tapi si bapak tetap tak peduli enggan mengurusi. Si ibu sibuk pergi ke sana ke mari, si bapak suka-suka sana sini. Si Malin bapaknya durhaka!

Si Malin Bapaknya Durhaka!

7 thoughts on “Si Malin Bapaknya Durhaka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s