2012

Temanku yang satu itu unik. Pokoknya unik.

Terakhir waktu mampir ke kotaku, dia pamer. Pamer dengan kaos kaki barunya yang warna hitam putih. Kaos kaki itu baru saja dibelinya di toko lingkaran k (maksa banget ya…. eh atau berhuruf alpha ya? aku tak ingat).”Lihat … kaos kakiku baru!” katanya sumringah.

Entah kenapa, melihat kaos kakinya yang hitam putih itu aku jadi ingat kucingku. Kalau kaos kakinya hitam di ujung jari dan putih di bagian sisanya, kucingku lain lagi. Kaki kucingku putih di ujung jari dan hitam di sisa kakinya.”Kamu kayak temi.” kataku tak kalah sumringah.

Ah, ya, temanku itu unik. Pokoknya unik.

Beberapa jam sebelum beli kaos kaki, dia sudah memecahkan pertanyaan tentang sejumlah lalat yang tiba-tiba datang menyergap. “ngggg.. nggg .. nggg” begitu suara kepak sayap lalat hijau. Tiba-tiba dia sudah menyergapku dengan analisanya yang tajam, ” aku tau kenapa tiba-tiba lalat-lalat ini muncul!”

“He ?” aku belum mampu menebak ke mana arah pembicaraannya.

“Ini karena ikannya udah busuk, makanya bau, makanya lalat hijau gemuk ini menyerbu …”

Oh, ternyata dia cuma mau bilang bahwa ikan bakar yang kadung kupesan ternyata tidak segar. Analisa tajam dan ujaran yang sungguh berhati-hati.. Sepertinya temanku ini tidak mau merusak suasana makan siang kami.

Memang, temanku itu unik. Pokoknya unik.

Sembari memamerkan kaos kakinya, dia berujar tentang masa depannya. “Menurutmu apa perlu hidup itu dibikin target?

Wah, entah dari mana dia dapat pemikiran itu. Apa mungkin dari garis di hitam di kaos kaki barunya itu. Atau mungkin dia terinspirasi dari garis hitam putih di tepi trotoar alun-alun. Entahlah. Setahuku, pikirannya selama ini penuh dengan warna dan warni. Warna warni yang suka-suka dia mau dominan warna apa. Nggak pake pola, nggak pake template. Ah, mungkin betul, dia terinspirasi dari garis hitam di kaos kaki barunya.

“Perlu ya? baiklah. Aku akan buat target. Tiga tahun lagi aku tahu akan jadi apa!” katanya penuh tekad.

“Lha kamu sekarang belum jadi apa-apa?”

“Pokoknya, tiga tahun lagi”

Wah .. anyar iki. Ya, baiklah, kita lihat tiga tahun lagi…. Itukan janji? Lha, itu kan 2012! Ah, kamu seperti film saja …

2012

2 thoughts on “2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s