Letter from Beyond

Pada sebuah malam. Tanpa sengaja aku bertemu Qisha dan Reno, sebuah kisah imajiner dari masa lalu yang jauh. Masa lalu yang jauh milik seorang lelaki dengan sekuntum bunga yang selalu menguncup di tangannya.

Qisha dan reno muncul dalam sebuah surat setahun yang lalu. Surat yang ditujukan kepada entah. Lelaki itu menulisnya ketika malam yang murung tengah mengurung.

Qisha dan Reno adalah penyesalan lelaki itu. Menyesali waktu yang tidak memihak. Menyesali langkah yang abai menapak. Menyesali kasih yang salah memilih. Ia tidak hendak meminta waktu kembali. Tapi ia hanya ingin merasai sejenak kenangan yang dulu pernah dicecapnya. Pun waktu tak sudi menoleh. Penyesalan pun membeku, awet seperti bunga di tangannya yang tidak akan pernah mekar. Bunga dengan kelopak merah darah yang selalu bergelung di ujung tangkainya yang menghijau. Ranum. Tak mekar. Tak juga layu.

Qisha dan Reno akan terus ada dalam lipatan ingatan. Cerita masa lalu yang tak terhapus dan tak tertebus.

Letter from Beyond

2 thoughts on “Letter from Beyond

  1. Semoga kisah qisha dan reno adalah sequel reinkarnasi terakhir dari hukuman pangeran tiang feng mengalami 1000 kali sequel penderitaan cinta, atau bukan menginspirasi dari ‘love in the time of cholera’ karya gabriel garcia marquez😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s