Letter from Beyond

Pada sebuah malam. Tanpa sengaja aku bertemu Qisha dan Reno, sebuah kisah imajiner dari masa lalu yang jauh. Masa lalu yang jauh milik seorang lelaki dengan sekuntum bunga yang selalu menguncup di tangannya.

Qisha dan reno muncul dalam sebuah surat setahun yang lalu. Surat yang ditujukan kepada entah. Lelaki itu menulisnya ketika malam yang murung tengah mengurung.

Qisha dan Reno adalah penyesalan lelaki itu. Menyesali waktu yang tidak memihak. Menyesali langkah yang abai menapak. Menyesali kasih yang salah memilih. Ia tidak hendak meminta waktu kembali. Tapi ia hanya ingin merasai sejenak kenangan yang dulu pernah dicecapnya. Pun waktu tak sudi menoleh. Penyesalan pun membeku, awet seperti bunga di tangannya yang tidak akan pernah mekar. Bunga dengan kelopak merah darah yang selalu bergelung di ujung tangkainya yang menghijau. Ranum. Tak mekar. Tak juga layu.

Qisha dan Reno akan terus ada dalam lipatan ingatan. Cerita masa lalu yang tak terhapus dan tak tertebus.

Advertisements
Letter from Beyond