Kreatip

Kreatip. Ditulis dengan huruf untuk mengganti lafal /ef/. Ya, inilah kreativitas ala Bandung.  Cerah, meriah, berwarna warni. Kalau ada kota berbudaya kreatif yang mengagumkan plus menghasilkan, itu pastilah Bandung.

Etalase kota yang kreatip ini ada di Lapangan Gasibu akhir minggu lalu. Selama tiga hari, ada hajatannya komunitas clothing dan distibution outlet bertajuk Kickfest 2008. Ini udah kali kedua mereka melaksanakan event itu.

Seperti tajuknya, acara ini ternyata nge-kick betul! Ada 120 unit clothing yang terlibat. Nggak cuma dari Bandung tapi ada juga beberapa yang dari kota-kota lain. Semuanya menjual beragam produk: topi, gelang, tas, sepatu, aksesori dan entah apa lagi. (aku nggak masukis emua stand) Tapi tentu saja namanya juga usaha clothing, ya produknya kebanyakan adalah baju: kaos, celana, kemeja. Semuanya dengan beragam bentuk, warna, dan desain.

Bukan pula Bandung namanya kalo desainnya biasa-biasa saja. Kota ini sudah terlanjur dikenal sebagai Parisj van Java, kiblat fashion tanah air, atau apapun lah itu sebutan sanjungannya. Yang jelas, desainnya memang khas anak muda pop perkotaan. Warna cerah bak taman bunga di bawah langit biru hingga gelap malam mendung yang paling sendu ada dalam desainnya. Potongan bajunya jangan ditanya.. wuih macem-macem pulak.. Ada yang manis imut berkerut merut, sampai yang digemari punk lady pun ada. Pendeknya, tinggal mau cari yang kayak gimana.

Tapi.. eits, jangan keburu antusias. Masuk ke arena Kicfest 2008, apalagi di waktu sore hingga malam, adalah uji kesabaran. Harus rela berdesakan, dan harus mau antre. Semua stand dipenuhi pengunjung. Bahkan, sejumlah stand dengan merek yang sudah dikenal sampai menetapkan pintu masukd an keluar yang berbeda, dan ada jam buka tutup stand. Wew.. Dan hebatnya lagi, keriuhan ini kalau diperhatikan dengan saksama wajah-wajahnya, hampir seluruhnya anak muda usia belasan sampai paling 30an. Yang  terlihat tua dan lelah ya para ortu yang mengantar anak remajanya. Nggak heran, dengan segala biang keriuhan yang ada, transaksi belanja orang-orang yang tumplek-blek itu sampai Rp 15 miliar!

Nah, itulah Bandung. Gerak putar uang itu ditenagai oleh apa? Semata kreativitas dan daya cipta yang amat sangat produktif, atau lebih pada minat orang muda Bandung yang gemar berdandan? Ah, mungkin itu nggak penting. Yang paling penting adalah semua orang pun bangga mematut diri dengan produk-produk lokal ini. Sebut saja 347/eat, Ouval, Rattle, Screamous, Invictus. Memakai merek-merek itu akan terlihat sama kerennya dengan memperlihatkan tulisan Polo, Calvin Klein, atau Ripcurl di kerah baju.

Bandung emang kreatip!

Kreatip

3 thoughts on “Kreatip

  1. Bandung, one city that I admire of its people creativity with business ideas and turning things into profits!😀

    Apart from its originallity, I guess naming a brand in English may seemed to be more market-savvy!. I heard about Ouval a little while ago, when taking my brother looking for some T-shirts with that brand.. just shook my head when hearing the name. When seeing the outlet, I said: Cool!

    Great to visit here and kind regards from West Africa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s