Ramuan Persahabatan

Sepotong perhatian dan segenggam ketelatenan. Itulah ramuan untuk merawat persahabatan. Sayangnya, aku sering kali kekurangan persediaan ramuan itu di ruang hatiku.

Bukannya aku tidak punya perhatian. Sering aku mengambinghitamkan rutinitas yang mengeringkan energi, mengeringkan rasa. Dan aku pun mengering layu. Semangatku yang meluap di awal tahun pun menguap entah ke mana. Aku seperti kehilangan perhatian.

Sahabat yang tepat selalu mengingatkanku bahwa merawat persahabatan itu mudah. “Yang kamu perlukan hanya sepotong perhatian dan segenggam ketelatenan,” begitu kata beberapa sahabat, tentu dengan dengan gaya bicara mereka yang berbeda-beda, “dengan begitu semangatmu akan terus tergenggam”.

Ya, sepotong perhatian datang dari seorang teman lama yang bekerja di pabrik kata-kata. Sepotong perhatian itu terselip dalam surat elektroniknya. Hmm, rupanya dia menulis surat itu pagi sekali. Terlalu pagi ketika keretanya tiba di Gambir, sehingga rumah sewanya masih terkunci.

Dia pun mampir di sebuah warung bubur di sekat jalan layang perempatan Slipi. Entah apa yang ada di kepalanya, entah karena di Slipi, entah karena bubur, entah karena penjualnya orang Sunda. Yang jelas, tiba-tiba ia teringat padaku dan mengirimkan sepotong surat itu. Isinya sangat khas. Celoteh sederhana, ringan, namun mengena. Iya, mengena, karena dengan celotehannya itu aku tahu bahwa ia mengingatku. “Aku kangen sama kamu,” begitu katanya lagi dalam surat elektroniknya tadi pagi.

Ya, ya, aku selalu terkesan dengan celotehan. Apalagi jika yang melontarkan seorang teman. Rasanya hangat. Tidak melulu hal penting yang harus diobrolkan, justru hal sederhanalah yang bisa membuat pertemanan kami mengesankan.

 Lain lagi dengan seorang teman lama dari Botoran, Tulungangung sana. Gimana kabarmu?” begitu katanya setiap kali menyapaku melalui telepon genggamku. Dalam hitungan menit, ceritanya mengalir lancar. Tentang muridnya, anaknya, rumahnya, sekolahnya. Tidak selalu ceria memang, kadang sendu ketika ia menceritakan tentang kerinduannya pada cinta. Ah, apapun kisahnya, aku selalu senang mendengarkan.

Mereka, para teman lama, mengingatkan bahwa merawat persahabatan itu mudah. Hanya perlu sepotong perhatian dan segenggam ketelatenan. Ya, aku belajar dari mereka.

Ramuan Persahabatan

7 thoughts on “Ramuan Persahabatan

  1. iya nih, lagi plesir kemana? jangan terlalu kejar setoran (buat liburan ya??), masak di ym in gak dijawabin siy, jeng….blognya dibuka bolak-balik kok gak ada new entry….apa lagi ‘merawat cinta’??;)

  2. horeeee.. indah ngeblog lagi…!!! energimu mengering akibat pilkada ya ndah? hehehhehee… kecian banget. ya dah met menyeduh ramuan ajaibmu🙂

  3. jeng indah, ada ramuan enak. mungkin bisa dicoba. hangatnya sehangat persahabatan, jeng.

    Bahan:
    500 ml susu segar full cream
    80 g jahe, bakar, memarkan
    4 cm kayu manis
    2 butir cengkih
    2 butir kapulaga
    100 g gula pasir
    1 sdm gula palem

    Pelengkap:
    1 sdm manisan jahe, iris halus

    Cara membuat:

    · Rebus bersama rempah dan gula hingga mendidih. Biarkan mendidih selama 5 menit.
    · Angkat, saring.
    · Tuang ke dalam 2 cangkir.
    · Taburi manisan jahe.
    Sajikan hangat.

    o iya jeng, nama minumannya wedang susu jahe. (kalo munggur baca ini, pasti pikirane langsung ngeres. sumpah!!!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s