Momentum

Seorang teman berambut gondrong sebahu tiba-tiba memutuskan untuk memangkas rambutnya. Kemarin, ia muncul dengan model rambut baru. Lebih pendek yang kalau dilihat sepintas mirip-mirip rambut Ariel Peterpan. Hanya saja kalau rambut si Ariel tersibak sempurna dengan sentuhan layer di ujung-ujungnya, model rambut temanku ini justru tidak berbelahan. Meski layernya juga tampak di ujung-ujung, tidak membuat rambutnya terlihat ikal atau bervolume. Rambutnya tetap jatuh, lurus, lempeng. Selempeng orangnya yang berkarakter melankolis nggak neko-neko.  

Ada yang malu-malu memuji, namun banyak yang mengolok-ngolok bikin malu. Temanku yang biasanya cenderung tidak menarik perhatian karena saking kalemnya itu mendadak menjadi magnet perhatian. Perubahan drastis rambut temanku itu pun menuai komentar. Dibalik komentar yang bertubi-tubi tertsirat satu pertanyaan … “Kenapa, sih, kamu potong rambut?” 

Seandainya temanku memangkas rambutnya tepat tanggal 31 Desember, mungkin hujan komentar tidak akan sederas itu. Kupikir hanya akan muncul satu komentar, seperti “Tahun baru, rambut baru!” Titik. Sudah. Tidak pakai bertanya “kenapa”, orang akan lebih mudah menerima perubahan sebesar apapun.

Entahlah. Mungkin sudah menjadi mantera bahwa perubahan harus punya momentum. Dan tahun baru adalah momentum yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru, juga mengubah sesuatu yang dianggap basi.

Semua bertanya, “Apa resolusimu?” Seolah semua beranggapan sama bahwa tahun baru harus punya rencana baru untuk memulai sesuatu yang baru. Namun jarang yang menanyakan, “Bagaimana tahunmu yang sudah lewat kemarin?” Seolah semua beranggapan bahwa yang sudah lewat ya biarlah lewat.

Padahal, kalau dipikir lagi, apa bedanya tanggal 1 Januari dengan tanggal 1 Juli? Kupikir hanya kebetulan yang 1 Januari itu mengiringi pergantian tahun, sementara yang 1 Juli berganti bulan.

Ya ya.. Tapi harus kuakui, merencanakan sesuatu di tanggal 1 Januari itu memiliki efek menggugah yang lebih besar dibandingkan bila aku merencanakan di tanggal 1 Maret. Aku pun termasuk orang yang mudah bersemangat karena menghirup aura tahun baru yang membius. Huff, aku termasuk orang yang malas.  Aku memerlukan momentum bahkan untuk mengubah hal-hal kecil dalam diriku sendiri.

Selamat Tahun Baru… Dan selamat membuat resolusi!

Momentum

4 thoughts on “Momentum

  1. yang namanya potong rambut sering bikin “ribut” dan kejutan mbak iNdah. orang potong rambut pun bermacam-macam sejarah dan backgroundnya..ada yang mo potong aja, ada yang sumuk alias panas, ngirit samphoo, praktis, biar tambah caem, patah hati…mboh itu apa alasannya slalu bikin komentar”: Ooh new hair style!”what’s going on? rambut kan mahkota-nya manusia..ya wajar donk bila mahkota selalu bikin ribut..alias bahan rumpian…mari potong rambut walaupun sehelai tuk buang sial di tahun 2007 tuk cari fortuna di tahun 2008…happy new year tooo…

  2. di sini ada juga yang baru potong rambut, jeng. tapi modelnya ga sekeren ariel piterpen…tapi model plontos..abis bis he..he..itu tuh si bos besar alias jateng-1. Tapi untungnya dia potong rambut ngepasin momentum tahun baru…jadi ga ada pertanyaan “kenapa” paling cuman komentar jadi kek sapa sekarang (iwn bilang kek vin diesel! jadi pingin liat ga?)

  3. ah… momentum potong rambut, rupanya engkau masih mempersoalkan ‘ribuan pertanyaan mampir waktu senja potong rambut’, kan?

    resolusi? ya… emang benar tahun baru emang menggugah. bila belum tergugah juga, masih ada kok tahun baru imlek yang jatuh pada bulan februari. buat kesempatan yang belum buat resolusi…

    eniwei, tahun 2007 kemarin bagaimana? apa yang paling berkesan dan apa yang paling bikin geregetan (alasan untuk potong rambut??)?

    yuk, singsingkan lengan mewujudkan resolusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s