Banyak orang yang menyukai senja. Dan aku, Indah Surya Wardhani salah satunya. Meski memoriku tentang senja tidak selalu indah, tapi rasa-rasanya mengobrol di senja hari selalu menyenangkan. Apalagi kalau ada secangkir kopi dan cemilan pisang goreng yang hangat. Namanya juga obrolan, ya pastilah ceritanya macam-macam. Patah hati atau jatuh hati itu biasa. Tidak selalu ceria, kadang malah sendu. Ada juga bisik-bisik ala permukiman padat yang gak perlu ditelisik benar nggaknya. Dan kalau pun ada informasi yang nggak basi, mari kita bagi.
Jadi, mari mengobrol bersamaku …!



sama, saya juga pencinta senja. selamat pindahan….
wihhh dah jadi pindahan ya, Ndah
selamat packing n nata ulang rumahmu ya. jangan lupa sering2 disapu n dipel (lohh?!!). jangan lupakan aku yaaa… aku akan tetap setia di rumah lamaku…
Asyik, Obrolan Senja sudah boyongan di rumah baru. Bisa sering-sering komentar tanpa repot login Blogger.com.
Selamat pindah-pindah. Bila banyak yang dipindah, ada tangan yang siap sedia. Kupikir pindah di kos baru? Ternyata pindah di dunia maya.
Mari. Mari. Kita jejagongan baru. Selamat datang Obrolan Senja di blogosphere WordPress.
ps: sayang, komentar di sini dah kedahuluan.
hi indah!
senang ngobrol bersamamu diwaktu senja. sambil menatap senja orienta yang makin malam makin lenyap dan kita adalah saksinya untuk mengecap jejaknya..dengan secangkir teh dan sebuah pisang goreng yang menemani omelan kita..semoga semakin membuat lebih indah dan ruwet..rumah barumu..semoga kamu lebih produktif di rumah barumu..tapi ndah rumah pertama kita adalah rumah yang sarat akan sejarah. penuh dengan perjuangan dan “jatuh bangun” kita…
kulo nuwun, mbakyu..
Akhirnya Ade sampe juga disini, pernah lihat nama ini di HP [...], semoga berkenan memberi tempat pijakan.
-Ade-
Boyongan kok ndak ngundang-ngundang tho?
Saya kan bisa ikut mbantu ngangkut sing abot-abot.
Saya jadikan tetangga ya mbak……
Terasmu sungguh nyaman. Dan rasanya aku bisa mencium bau teh melati dari sana.
ndah kemana aja???? :p
Hmmm….U seorang pujangga yapZ..
Hm… rumah nya lebih wangi…
prolog ya simpel namun sarat gaya sastra yang lumayan “dalem”.
anda orang yang cerdas & lugas.
mampir ke blog sy ya, & jangan lupa kasih komentar dan isi polling di blgo sy. terima kasih…
oya… mudah”an tulisan dalam blog sy bisa jadi obrolan senja kita..
Saya teringat tak pernah merasakan indahnya senja di desaku. Hampir setiap senja orang duduk-duduk di pagar terbuat dari susunan batu pembatas kampung dan jalan raya. Orang mengobrol tanpa menghiraukan indahnya senja. Orang duduk dan bersenda ria sambil menunggu giliran mandi di sumur tua setelah mencebur di laut. Saya baru sadar senja itu indah ketika aku turut para pengagum semburan matahari pagi di puncak Dieng dan mengherani para penjual senja di Bali.Aku punya senja indah tak terhiraukan.
Obrolan senja idemu bikin aku ingat obrolan senja petani desa habis berkebun atau iris tuak di bibir pantai laut Sawu,Nagekeo, Flores. Ada yang beda . Orang desa saling kopi darat bertatapan dan kita bersilancar di alam maya. Orang desa obrol dibarengi senyum dan tawa sukacita tetapi orang modern senyap memikul beban mencari cara alih lara.
Buat gw suasana sunset emang melo, gak peduli mo sambil ngobrol pa kagak, berberapa atau cm nyengoh sendirian tetep asik. Suasana senja paling topmarkotop klo pas puasa, mak nyeeeessss. Buat gw senja jd lebih indah jika bersama si Indah ini, he,he. Bukan berarti Indah bagaikan cemilan pisang goreng yang hangat, tapi bersama jeng Indah yg suka senja ini emang trasa lebih INDAH saat mengantar sang SURYA tenggelam bagai “WARDHANI” (Wajah Ayu Rupawan Dikala Hari AkaN bergatI)
Halo Mbak’e
Mbaknya suka senja ya…oww…sekali-sekali mampirlah di Warung Senja dekat alun-alun selatan…hee…bukan promosi…aku ga ada hubungan apa-apa dgn pemilik warung itu =)
Di sana ada teh poci gula batu dan menu spesial gule kambing
Akhirnya aku terperosok betul mempromosikan warung itu..haha
Kapan2, jumpa lagi
indah, long time no see. pripun kabare? asyik jg baca tulisan2mu.
Selepunk is dropping by…
Pengen ngasih komen, takutnya nggak kompeten untuk komen, so, kasih saran aja: teruskan menulismu, Cem…..
Visit my website:
http://www.kusuma08.co.cc
Ato kalo pengen beli produk ku:
http://biokim.kusuma08.co.cc/
Salam,
Selepunk.
aku lebih cinta secangkir teh hangat…lebih bening
aku juga lebih senang dengan Fajar…karena Senja terlalu sedih untuk dijalani karen amalam akan tiba
Ini Indah yg SMU Teladan angkatan 99 bukan yaaa??
Hwaaaa!!! Senangnya bertemu teman lama!;)
Kabarku baiikk..km gmn, Ndah? hehe…
Ikutan milist katy99 gk to?
Eh, posisi dmn skrg?
Sudah lama saya tidak bersua atau sekadar singgah sejenak di pelataran laman ini…. Ternyata ada yang berubah walau sedikit…
jeng Danik, aku wis bar pindahan ke grha WordPress qe3
salam senja.
tampaknya anda suka bercengkerama tentang senja. begitu berartikah senja bagi Anda?
Saya amat mengagumi senja. Apalagi ketika senja itu tercebur dalam cerita yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma.
Ini adalah perjumpaan pertama dengan Anda. Saya persilakan anda menyambangi balik blog saya. Silakan mampir di http://budhikw.wordpress.com atau http://www.UntungNyata.com
Budhi K. Wardhana
tetep menulis dan berkarya! Salam sakses!
sepertinya kenal
apa kabar?
nderek langkung