Kalau saja aku tahu informasi ini sebelumnya, mungkin aku nggak akan beli sepeda yang sekarang kupakai. Merepotkan. Aku membelinya dari kakak angkatan dengan sistem informasi dari mulut ke kuping. Deal. Sepeda mini dengan tas pannier seperti punya pak pos di boncengan belakangnya bikin aku kesengsem sejak fotonya dilayangkan melalui surat elektronik.
Uzur dan kekerapan gelindingan roda dari hari ke hari membuat ban belakang pun menyerah. Kempes di hari Sabtu yang sial. Pinjaman sejumlah pompa dari sana sini ternyata nggak berhasil menggembungkan ban sepedaku. Ternyata, ada dua masalah. Selain ukuran pentil nggak cocok degan pompa, ban dalam ternyata robek.
Aku baru tahu kalau Belanda dan Perancis sungguh-sungguh serius membedakan produk industrinya. Saking seriusnya, pentil ban dalam pun dibuat tidak sama ukurannya. Bikinan Perancis berukuran kecil mirip seperti ujung logam isi pulpen Pilot. Sementara buatan Belanda berukuran besar, sedikit sedikit lebih kecil dari batere AAA. Perbedaan yang merepotkan! Tidak sembarang pompa yang beredar di pasar Rotterdam bisa dipakai untuk meniupkan angin ke ban dalam produksi Perancis. Sial! Ban dalam sepedaku ternyata bikinan Perancis.
Mau tak mau aku menguji ketrampilan pas-pasan bongkar sepeda demi menyelamatkan puluhan Euro. Rasanya nggak rela kalau harus membayar jasa tukang tambal ban dengan harga puluhan ribu rupiah. Hup. Ban dalam yang koyak pun sudah tergulung dan kubawa ke pasar dadakan, Blaak Markt. Seluruh kios onderdil sepeda yang kudatangi tidak memberikan solusi. Tapi, mereka membawa informasi penting: ban dalam sepedaku adalah buatan Perancis dan di pasar itu tidak ada yang menjual pompa untuk itu!
Aku menyerah. Untunglah ukuran ban sepedaku masih standar Belanda. Akhirnya kuganti dengan ban dalam buatan Belanda yang lebih toleran dengan berbagai jenis pompa, termasuk pompa kecil yang kubawa dari Jakarta. Beruntung, ada dua handyman yang sigap membantu memasangkan ban. Yak! Pada Sabtu sore yang sial itu, sepedaku menggelinding lagi di jalanan. Mendadak, suara Freddie Mercury yang beraksen British itu terngiang.. I want to ride my bicycle, I want to ride my bikeeeeeeee! Hmm, pentil ban dalam sepeda buatan Inggris seperti apa ya?


