Tak Ada Waktu Untukmu

Dia memang cantik. Bentuk wajah serupa hati dengan dagu meruncing. ada gurat halus di dagu saat dia tersenyum. Ya, senyumnya sungguh menawan apalagi dengan lesung di pipinya. Sepintas, mirip Tante Desi Ratnasari.

Penampilannya pun menarik. Stelan bajunya serasi dengan tas dan sepatunya. Kalau blazernya cokelat tua, untuk dalamannya ia memakai blus putih berkerah kerut merut ala gothik. Sebagai padanannya, celana berbahan drill warna cokelat muda yang dipadukan dengan tas dan sepatu warna senada. Elegan. Meyakinkan. Perempuan itu mengaku bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan daerah milik Provinsi Jabar.

Tadi pagi, dia kembali datang dengan senyum mengembang. Bergaya kasual dengan celana jeans 3/4 dan atasan blus kotak yang longgar. Tetap cantik dan menarik. Menyapaku dengan caranya yang khas: menggenggam tangan, menggamit lengan, dan mencium pipi. Tapi, seperti yang sudah-sudah, ia masih saja gemar mengumbar cerita yang tak benar.

Maaf, kali ini aku tidak punya waktu ngobrol panjang lebar denganmu. Aku sudah tahu tentangmu, suamimu, dan tanggungan hutang-hutangmu! Sudah cukup kamu mempermainkanku.

3 Responses to “Tak Ada Waktu Untukmu”

  1. indri Says:

    ..tapi ada waktu buatku kan??? hehehe…

    Posisiku di jakarta, Ndah. Suka chat juga ma Niken, Rani, dan bbrp tmn2 SMA. YM mu apa to? biar aku add. Kabari yaaa ;)

  2. iniaku Says:

    hai ndah.. lama tak bersua…
    wah, cara dirimu bertutur makin asik ajah..
    ajarin dunks…
    baidewei ngemeng2… aku blum ditraktir loch, sejak pindahan rumah baru… hiks.. hiks…. ternyata kau tak punya waktu bukannya hanya untuk si mbak cantik berjari lentik itu saja…

  3. suryasenja Says:

    weiits, itusapa ya? lha ayo mampir ke rumah baru. ntar kita ngemil bareng.

Leave a Reply